Wednesday, August 13, 2008

Mahasiswa dan Pergerakan Mahasiswa

Mahasiswa, satu kata yang menunjukkan status tertinggi dalam tingkat pendidikan. Predikat ini seolah menjadikan seorang mahasiswa sebagai pelaku dalam segala perubahan ke arah yang lebih baik di lingkungan sekitarnya. Kepemilikan status sebagai seorang mahasiswa telah membawa mahasiswa itu sendiri ke dalam sebuah tanggung jawab sosial yang harus di emban. Mahasiswa sendiri merupakan bagian dari kehidupan sosial, yang mengandung berbagai permasalahan yang sangat kompleks. Sehingga, tidak ada alasan bagi mahasiswa untuk tidak ikut merasakan kompleksitas permasalahan tersebut. Kompleksitas dalam kehidupan sosial ini lah yang melahirkan pergerakan mahasiswa sebagai tanggapan terhadap berbagai permasalahan yang terjadi.

Sebagian besar orang berpandangan bahwa pergerakan mahasiswa hanya terbatas pada aksi demonstrasi dengan turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi mahasiswa itu sendiri. Bagi mereka, mahasiswa yang tidak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan mahasiswa tidak digolongkan ke dalam agent of change, predikat yang selama ini melekat pada mahasiswa. Mahasiswa yang tidak mengikuti berbagai kegiatan mahasiswa selain datang ke kampus, mengikuti sesi pelajaran di kelas, sedikit sosialisasi dengan teman, dan kemudian kembali ke rumah atau kosnya, dianggap hanya membuang waktu dan masa-masa yang ia miliki selama menjadi mahasiswa. Pada kenyataannya, tidak lah selamanya persepsi ini memiliki kebenaran yang absolute.

Pandangan ini bisa jadi didasarkan pada kondisi nyata yang tampak pada beberapa tahun terakhir ini, dimana terdapat begitu banyak unjuk rasa (demonstrasi) mahasiswa dalam menanggapi berbagai permasalahan yang ada di kegara kita tercinta ini. Sesungguhnya, aksi demonstrasi hanyalah salah satu bentuk riil dari pergerakan mahasiswa. Karena, pergerakan mahasiswa adalah segala bentuk aksi yang dilakukan mahasiswa dalam menanggapi berbagai penyimpangan (bagian dari kompleksitas) dalam kehidupan sosial (ekonomi, politik, dan budaya) untuk melahirkan suatu perubahan kearah yang lebih baik. Jadi, apapun bentuk tindakan yang dilakukan oleh mahasiswa selama mengandung tujuan dan dilakukan dengan langkah yang positif (tanpa merugikan/megganggu orang disekitarnya), semua itu dapat digolongkan ke dalam pergerakan mahasiswa.

Jika ada mahasiswa yang menghabiskan masa kuliahnya tanpa berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan tertentu, maka bukan berarti mahasiswa tersebut tidak perduli dengan kondisi sekitarnya. Justru ia bersikap demikian karena ia peduli dengan keadaan yang ada.

Seorang mahasiswa hidup dikelilingi oleh orang-orang yang berbeda. Keluarga, teman, saudara, dan orang-orang yang ada disekitar lingkungan dimana ia berada, dan mereka semua adalah bagian penting dari kompleksitas kehidupan sosial. Setiap orang yang mengelilinginya tersebut memiliki tuntutan yang berbeda-beda. Pada saat ini lah, seorang mahasiswa di tuntut untuk mampu melakukan suatu tindakan yang melahirkan first priority. Mahasiswa dituntut untuk dapat melakukan pilihan terhadap tuntutan yang dianggap terpenting.


Saat ini, pendidikan ibarat air di musim kemarau. Pendidikan bisa dikategorikan ke dalam barang langka (economic good). Untuk mendapatkan pendidikan setiap orang harus berkorban dan membayar dengan harga yang mahal. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sebagian mahasiswa memilih untuk datang ke kampus, menghabiskan waktu di kelas, dan kembali ke rumah/kos setelah sesi kelas selesai. Biaya pendidikan menuntut mahasiswa untuk berpikir panjang dalam menghabiskan waktunya. Mahasiswa-mahasiswa seperti ini lebih memilih untuk dapat menyelesaikan kuliah dengan baik dan secepat mungkin.

Contoh sikap mahasiswa di atas bukanlah sikap seorang mahasiswa yang tidak perduli dengan keadaan di sekitarnya. Dengan bersikap demikian bukan berarti bahwa mahasiswa tersebut tidak memiliki peran apapun dalam menciptakan suatu perubahan yang lebih baik. Justru dengan bersikap demikian, mahasiswa tersebut sedang berusaha untuk memberikan yang terbaik yang ia miliki bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya. Dan tindakan ini juga termasuk ke dalam pergerakan mahasiswa.

Jadi, tidak berarti bahwa pergerakan mahasiswa hanya dapat dilakukan dengan aksi demo, dan sebagainya. Justru bila kita lihat saat ini, aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa dengan turun ke jalan cenderung tidak efektif dan mengandung anarkisme.

3 comments:

  1. Dibutuhkan peran serta mahasiswa secara nyata dalam masyarakat. Karena inilah yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat kecil.

    ReplyDelete
  2. seperti yang telah saya tulis bahwa demonstrasi hanya lah salah satu ben tuk real dari peran serta mahasiswa dalam masyarakt. banyak hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk melahirkan perubahan yang lebih baik bagi lingkungan dan masyarakat.

    ReplyDelete
  3. saya sangat setuju sekali bahwa mahasiswa harus dituntut untuk cepat lulus, karena biaya kuliah (di UN) merupakan suatu beban negara dan tentunya peran nyata mereka sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat, namun tanpa menghilangkan tanggung jawab sosial-politik mereka sebagai mahasiswa. sungguh menjadi ironi ketika seorang mahasiswa hanya memiliki paradigma "kuliah-kosan-kuliah-kosan", karena bagaimana bisa seseorang akan menjadi agen perubahan, jika tidak dibiasakan sedari di bangku kuliah untuk melakukan aktivitas sosial. paradigma "kuliah-kosan-kuliah-kosan" justru hanya akan melahirkan generasi intelektual yg minim akan kepekaan sosial, bermental pekerja bukan pemimpin.

    ReplyDelete